15 Pakem Desain Web SEO Friendly Biar Cantik di Mata Pengunjung dan Gampang Dibaca Google

Posted on
Advertisements

Desain web SEO friendly tidak cukup dibuat dengan warna menarik, animasi halus, lalu dianggap beres. Website tetap harus cepat dibuka, nyaman dipakai lewat HP, punya navigasi yang masuk akal, dan tidak menyembunyikan konten penting di balik efek yang hanya bisa dibuka setelah diklik.

Desainer memang bertugas membuat tampilan enak dilihat. Namun, kalau menu membingungkan, tulisan terlalu kecil, halaman bergeser saat iklan muncul, atau produk hanya bisa ditemukan lewat kolom pencarian, desain tersebut sedang bekerja melawan SEO.

Pakemnya juga tidak bisa disamakan mentah-mentah. Website berita perlu menonjolkan tanggal, penulis, kategori, dan artikel terbaru. Toko online membutuhkan kategori, filter, harga, stok, dan jalur checkout. Sementara company profile harus membantu calon pelanggan memahami layanan dan menghubungi bisnis tanpa diajak bermain petak umpet.

15 Pakem Desain Web SEO Friendly yang Sebaiknya Tidak Ditawar

Desain web SEO friendly mengikuti 15 pakem teknis mulai dari mobile, struktur, kecepatan, hingga internal link.

Kelima belas aturan berikut bisa dipakai saat membuat desain baru maupun mengaudit website lama. Tidak semuanya terlihat “wah” di layar, tetapi justru bagian teknis semacam inilah yang membuat website nyaman dipakai dalam jangka panjang.

1. Desain Web Responsive Dibangun dari Layar Ponsel

Mulailah rancangan dari layar kecil, baru dikembangkan ke tablet dan desktop. Google memakai versi mobile suatu halaman untuk proses pengindeksan dan pemeringkatan, sehingga isi penting pada versi desktop juga harus tersedia pada versi mobile.

Pastikan:

  • Menu mudah dibuka dengan satu tangan.
  • Tombol tidak terlalu kecil atau berdekatan.
  • Teks bisa dibaca tanpa memperbesar layar.
  • Tabel dapat digeser atau disusun ulang.
  • Gambar tidak keluar dari lebar layar.
  • Formulir tidak berubah menjadi ujian ketelitian jari.

Setelah desain web responsive selesai, uji memakai perangkat asli. Tampilan simulator kadang rapi, tetapi tombolnya baru terasa menyebalkan setelah benar-benar disentuh.

2. Desain Web Ramah SEO Memakai Hierarki Heading yang Jelas

Setiap halaman sebaiknya mempunyai satu judul utama yang menerangkan topik. Setelah itu, gunakan H2 untuk pembahasan besar dan H3 untuk rincian di dalamnya.

Jangan memilih heading hanya berdasarkan ukuran huruf. Teks yang terlihat besar belum tentu menjadi H1 secara struktur HTML.

Susunan yang mudah dipahami:

  • H1 untuk judul utama halaman.
  • H2 untuk bagian pembahasan.
  • H3 untuk rincian di bawah H2.
  • Paragraf untuk penjelasan.
  • Daftar untuk informasi yang perlu dipindai cepat.

Desain web ramah SEO tetap boleh kreatif. Yang tidak perlu kreatif adalah membuat semua elemen menjadi <div> hanya karena secara visual hasilnya masih tampak benar.

3. Navigasi Menunjukkan Susunan Website

Menu utama tidak perlu memuat seluruh halaman. Masukkan bagian yang benar-benar membantu pengunjung memahami isi website.

Struktur dasarnya dapat berupa:

  • Beranda.
  • Produk atau layanan.
  • Kategori utama.
  • Tentang kami.
  • Artikel atau berita.
  • Kontak.

Untuk website besar, tambahkan breadcrumb agar pengguna mengetahui posisinya. Google juga membaca hubungan antarhalaman melalui menu dan tautan internal untuk memahami struktur serta tingkat kepentingan halaman.

4. Halaman Penting Bisa Dicapai Lewat Tautan

Jangan mengandalkan kolom pencarian internal sebagai satu-satunya jalan menuju produk atau artikel. Googlebot umumnya tidak mengetik kata ke kotak pencarian untuk menemukan halaman.

Buat jalur yang bisa diklik:

Beranda > Kategori > Subkategori > Halaman Produk

Halaman penting idealnya tidak terkubur terlalu dalam. Kalau pengunjung harus melewati tujuh menu untuk menemukan satu produk, kemungkinan mereka sudah menyerah pada menu ketiga.

5. Judul Halaman Dibuat Spesifik dan Tidak Kembar

Setiap halaman membutuhkan judul yang menjelaskan isi secara akurat. Hindari puluhan halaman dengan title seperti “Produk Terbaik” atau “Artikel Terbaru”.

Judul yang baik:

  • Unik untuk setiap halaman.
  • Ringkas dan mudah dipahami.
  • Menyebut topik utama secara alami.
  • Tidak dipenuhi pengulangan keyword.
  • Sesuai dengan isi halaman.

Google memakai elemen <title> dan heading sebagai beberapa sumber untuk membentuk title link pada hasil pencarian.

6. Konten Utama Langsung Terlihat

Jangan membuka halaman dengan banner setinggi satu layar, pop-up langganan, iklan besar, dan animasi logo selama lima detik. Pengguna datang untuk membaca isi atau mencari produk, bukan menghadiri upacara pembukaan website.

Bagian atas halaman sebaiknya segera menunjukkan:

  • Judul.
  • Ringkasan manfaat.
  • Gambar utama jika diperlukan.
  • Tombol tindakan yang jelas.
  • Awal konten utama.

Google menyarankan halaman membedakan konten utama dari unsur lain serta menghindari interstitial yang mengganggu akses.

7. Kecepatan Menjadi Bagian dari Keputusan Desain

Desainer ikut menentukan berat halaman melalui ukuran gambar, video latar, jenis font, animasi, slider, dan script pihak ketiga.

Target Core Web Vitals yang tergolong baik adalah:

  • LCP maksimal 2,5 detik.
  • INP maksimal 200 milidetik.
  • CLS maksimal 0,1.

LCP mengukur kecepatan konten utama terlihat, INP mengukur respons setelah interaksi, sedangkan CLS mengukur pergeseran tata letak yang tidak diharapkan.

Jadi, jangan memasang lima slider hanya karena semuanya dibayar klien. Kadang desain terbaik adalah berani menghapus elemen yang tidak punya pekerjaan.

8. Gambar Punya Ukuran, Konteks, dan Alt Text

Gunakan gambar yang tajam, tetapi jangan mengunggah foto 8 MB langsung dari kamera.

Lakukan ini:

  • Ubah ukuran sesuai ruang tampil.
  • Gunakan WebP atau AVIF bila cocok.
  • Isi atribut width dan height.
  • Terapkan lazy loading untuk gambar bawah.
  • Letakkan gambar dekat teks yang relevan.
  • Tulis alt text yang menerangkan isi gambar.

Google menyarankan gambar berkualitas ditempatkan dekat teks terkait dan diberi alt text deskriptif agar hubungan gambar dengan halaman lebih mudah dipahami.

9. Layout Tidak Boleh Melompat saat Dibuka

Tombol yang tiba-tiba turun karena iklan muncul bukan hanya menjengkelkan. Pengguna bisa salah menekan dan masuk ke halaman yang tidak diinginkan.

Untuk menjaga kestabilan:

  • Tentukan dimensi gambar.
  • Sediakan ruang tetap untuk iklan.
  • Jangan menyisipkan banner baru di atas konten.
  • Gunakan font fallback yang ukurannya mirip.
  • Hindari animasi yang mengubah posisi elemen utama.

Desain yang tenang biasanya terasa lebih profesional daripada halaman yang semua bagiannya ingin bergerak.

10. Internal Link Dibuat Terlihat dan Mudah Dipahami

Tautan internal membantu pengguna berpindah ke pembahasan lanjutan sekaligus memberi petunjuk hubungan antarhalaman.

Gunakan anchor text yang menjelaskan tujuan. Hindari teks “klik di sini” pada semua tautan.

Untuk mempercepat pembuatan wireframe sebelum masuk ke desain final, kamu dapat mempelajari desain web AI menggunakan Google Stitch. Tautan semacam ini terasa natural karena ditempatkan pada konteks yang memang membutuhkannya.

11. URL Tidak Dibentuk dari Filter yang Berantakan

Buat URL yang ringkas dan mudah ditebak.

Contoh:

  • /sepatu/
  • /sepatu-lari/
  • /produk/sepatu-lari-pria/

Hindari membuat ribuan kombinasi URL dari warna, ukuran, harga, urutan, dan filter yang sebenarnya menampilkan isi hampir sama. Struktur URL yang buruk dapat menimbulkan masalah crawling dan duplikasi, terutama pada toko online.

12. Desain Web Ecommerce Membuat Produk Mudah Ditemukan

Toko online memerlukan lebih banyak jalur dibanding website biasa. Pengguna datang dengan kebutuhan berbeda: ada yang sudah tahu produknya, ada yang baru membandingkan.

Desain web ecommerce sebaiknya memiliki:

  • Menu kategori dan subkategori.
  • Filter yang mudah digunakan.
  • Pencarian produk.
  • Breadcrumb.
  • Foto produk yang jelas.
  • Harga dan status stok.
  • Variasi produk.
  • Tombol beli yang terlihat.
  • Informasi pengiriman dan pengembalian.
  • Produk terkait.

Google menyarankan kategori ditautkan dari menu, subkategori dari halaman kategori, lalu seluruh produk dapat dicapai melalui jalur tersebut.

13. Jasa Desain Website Harus Menyerahkan Fondasi Teknis

Tampilan final bukan satu-satunya hasil yang perlu diterima pemilik website. Saat memakai jasa desain website, pastikan ada serah terima yang jelas.

Minimal mencakup:

  • Akses domain dan hosting.
  • Akses CMS.
  • Lisensi tema atau plugin.
  • Daftar font dan aset.
  • Struktur template.
  • Pengaturan analitik.
  • Search Console.
  • Panduan memperbarui konten.
  • Cadangan awal website.

Website yang cantik tetapi seluruh aksesnya dipegang vendor adalah rumah bagus yang kuncinya dibawa tukang.

14. Data Terstruktur Mengikuti Jenis Halaman

Structured data membantu Google memahami makna suatu halaman secara lebih tegas.

Pilih sesuai kebutuhan:

  • Article atau NewsArticle untuk berita.
  • Product untuk produk.
  • Organization untuk identitas organisasi.
  • BreadcrumbList untuk breadcrumb.
  • LocalBusiness untuk bisnis lokal.

Untuk artikel berita, markup dapat membantu Google memahami judul, gambar, penulis, dan tanggal publikasi dengan lebih baik. Pada toko online, data produk dapat menjelaskan harga, ketersediaan, ulasan, dan informasi lain.

Structured data bukan tiket otomatis ke peringkat pertama. Isinya juga harus sama dengan informasi yang benar-benar terlihat pada halaman.

15. Desain Diuji dengan Tugas Nyata

Jangan hanya meminta orang berkata, “Bagus, kok.” Berikan tugas yang konkret:

  • Temukan produk ukuran tertentu.
  • Cari artikel terbaru.
  • Hubungi bagian penjualan.
  • Baca syarat pengembalian.
  • Lakukan checkout.
  • Kembali ke kategori sebelumnya.

Catat bagian yang membuat pengguna berhenti, salah menekan, atau bertanya. Desain yang bagus bukan yang paling banyak dipuji saat presentasi, melainkan yang paling sedikit membuat orang kebingungan saat dipakai.

Pakem SEO Berbeda Menurut Tujuan Website

Desain web SEO friendly dibedakan berdasarkan kebutuhan company profile, berita, e-commerce, dan landing page.

Fondasi teknisnya sama, tetapi isi halaman dan prioritas desain harus mengikuti tujuan utama situs.

Website Company Profile

Fokusnya membangun kepercayaan dan menghasilkan pertanyaan dari calon pelanggan.

Bagian penting:

  • Penjelasan layanan.
  • Portofolio.
  • Testimoni yang dapat dipercaya.
  • Profil tim atau perusahaan.
  • Alamat dan kontak.
  • Tombol konsultasi.
  • Halaman layanan terpisah.

Portal Berita

Website berita harus membantu pembaca memahami siapa yang menerbitkan informasi dan kapan peristiwa terjadi.

Sediakan:

  • Nama penulis.
  • Tanggal terbit dan pembaruan.
  • Kategori.
  • Gambar utama.
  • Artikel terkait.
  • Navigasi topik.
  • Halaman profil penulis.
  • NewsArticle structured data.

Jangan memenuhi layar dengan iklan sampai berita utamanya seperti sedang numpang lewat.

Toko Online

Prioritasnya membantu pengguna menemukan, membandingkan, dan membeli produk.

Selain kategori dan filter, halaman produk perlu menampilkan variasi, harga, stok, pengiriman, ulasan, serta tombol checkout. Data produk juga dapat dibagikan melalui structured data dan Merchant Center agar Google memahami detail barang dengan lebih tepat.

Landing Page

Landing page dibuat untuk satu tindakan utama. Jangan memberi sepuluh tombol dengan tujuan berbeda.

Susunannya bisa berupa:

  • Headline yang menjawab kebutuhan.
  • Manfaat utama.
  • Bukti atau hasil.
  • Cara kerja.
  • Testimoni.
  • Harga.
  • FAQ.
  • Satu CTA utama.

Pada akhirnya, desain web SEO friendly bukan template yang tinggal ditempel ke semua proyek. Fondasinya sama, tetapi susunan halaman harus mengikuti tugas yang ingin diselesaikan pengunjung.

List Ini Wajib Dilakukan Sebelum Website Diluncurkan

Desain web SEO friendly diperiksa melalui checklist teknis sebelum website resmi diluncurkan.

Sebelum menekan tombol publish, cek kembali:

  • Semua halaman penting bisa dibuka dari tautan.
  • Tampilan mobile berisi konten yang sama pentingnya.
  • Hanya ada satu H1 utama.
  • Title dan meta description tidak kembar.
  • Gambar sudah dikompresi.
  • Alt text sudah terisi.
  • Tombol mudah ditekan.
  • Formulir sudah dites.
  • Halaman 404 tersedia.
  • HTTPS aktif.
  • Sitemap dapat diakses.
  • Robots.txt tidak memblokir halaman penting.
  • Structured data lolos pengujian.
  • Core Web Vitals sudah diperiksa.
  • Search Console dan analitik sudah terhubung.

Lakukan pemeriksaan lagi setelah website menerima konten asli. Layout yang rapi memakai teks contoh bisa berubah total ketika judul produk ternyata panjangnya seperti nama acara seminar nasional.

Q&A

Apakah Website yang Cantik Otomatis Bagus untuk SEO?

Tidak. Tampilan menarik membantu pengalaman pengguna, tetapi website tetap perlu konten relevan, struktur HTML, navigasi, internal link, kecepatan, dan akses crawling yang benar.

Desain dan SEO bukan lawan. Keduanya baru terasa bertentangan ketika keputusan visual dibuat tanpa memikirkan fungsi.

Apakah Semua Website Harus Mendapat Nilai PageSpeed 100?

Tidak harus. Nilai audit dapat membantu menemukan masalah, tetapi target utamanya adalah pengalaman pengguna nyata.

Fokus pada data lapangan dan pastikan LCP, INP, serta CLS berada dalam rentang baik untuk sebagian besar pengguna. Nilai sempurna tidak menjamin halaman otomatis berada di peringkat pertama.

Lebih Baik Memakai Template atau Desain Custom?

Template cocok untuk anggaran dan waktu terbatas. Desain custom cocok ketika alur bisnis, jenis konten, atau fitur website cukup khusus.

Apa pun pilihannya, pastikan template tidak terlalu berat, mudah diperbarui, responsif, dan tidak mengunci akses teknis pemilik website.

Advertisements
Gravatar Image
Sebagai SEO Specialist dan Penulis Konten, Mila Jelita ahli memadukan riset kata kunci dan search intent untuk mendatangkan trafik organik yang maksimal ke dalam website.