Menjadi Seorang Desainer Game dari Pemula hingga Mahir: Sebuah Perjalanan Panjang

Posted on

Menjadi seorang desainer game dari pemula hingga mahir bukanlah perjalanan sehari dua hari. Ini adalah proses yang menggabungkan seni, teknologi, psikologi, logika, imajinasi, dan keberanian untuk terus mencoba. Jika kamu pernah bermain game seperti Minecraft, Genshin Impact, Mobile Legends, Free Fire, Call of Duty, Stardew Valley, atau bahkan game sederhana seperti Flappy Bird, kamu sebenarnya sedang menyelami hasil kerja panjang seorang game designer—seseorang yang menciptakan pengalaman bermain yang membuat kamu betah berjam-jam.

Perjalanan ini bukan tentang menjadi jenius dalam semalam. Ini tentang memahami bagaimana sebuah game dirasakan oleh pemain. Apa yang membuat pemain tertawa? Apa yang membuat mereka tegang? Apa yang membuat mereka kembali bermain esok hari? Itu semua adalah pertanyaan yang seorang game designer pelajari dan jawab setiap hari.

Karena itu, pembahasan ini akan mengajak kamu berjalan lebih dalam—melihat dunia desain game dari kacamata kreator, bukan pemain.

Kamu akan memahami fondasi yang dibutuhkan, proses berpikir yang harus dibangun, kesalahan umum yang sering dialami pemula, dan bagaimana semua itu membawamu menjadi seorang desainer game yang semakin mahir dari waktu ke waktu.

? Dimulai dari Rasa Penasaran: Mengapa Game Bisa Sangat Menyenangkan?

Setiap calon game designer biasanya diawali oleh satu hal sederhana: rasa penasaran. Rasa ingin tahu tentang bagaimana game dapat membuat seseorang tertawa, ketakutan, merasa berhasil, atau bahkan frustrasi namun tetap mencoba lagi.

Contohnya:
Flappy Bird—game yang bahkan tidak butuh grafis rumit, tetapi hampir semua orang pernah mencobanya. Mengapa? Karena desainnya sangat sederhana namun sangat memancing emosi pemain. Karakter hanya terbang dengan satu tombol, tetapi setiap kali jatuh, kamu merasa: “Bentar, coba lagi.”

Flappy Bird

Rasa “coba lagi” itu bukan kebetulan. Itu adalah seni. Itu adalah bagian dari pekerjaan seorang game designer.

Atau lihat Minecraft, game yang terlihat sederhana dengan grafik kotak-kotak. Tetapi rasa kebebasan, kreativitas, dan survival yang diciptakan oleh desain gameplay-nya membuat Minecraft tetap menjadi salah satu game paling populer di dunia hingga sekarang.

Ketika kamu mulai berpikir seperti ini—menganalisa mengapa sebuah game bisa membuat pemain bertahan berjam-jam—di titik inilah kamu sedang mengambil langkah pertama menjadi seorang game designer.

? Memasuki Dunia Game Designer: Dari Pemula yang Bingung Menjadi Kreator yang Mengerti Pemain

Bagi pemula, dunia game developer terlihat seperti dunia para ahli coding dan grafik tingkat dewa. Banyak yang berpikir mereka harus bisa semua hal: coding, menggambar, 3D modeling, membuat musik, membuat server, dan lain-lain… padahal game designer tidak harus jago di semua itu.

Game designer fokus pada:

  • bagaimana game berjalan
  • bagaimana pemain berinteraksi
  • bagaimana sistem bekerja
  • bagaimana cerita mengalir
  • bagaimana tantangan muncul
  • bagaimana reward diberikan
  • bagaimana emosi pemain bereaksi

Game designer adalah otak kreatif di balik pengalaman pemain.

Contoh paling nyata adalah Among Us.
Game ini bukan tentang grafik bagus. Bahkan grafiknya sangat sederhana. Tapi bagaimana role impostor bekerja, bagaimana pemain berdiskusi, bagaimana gameplay dibangun—itu adalah pekerjaan seorang game designer yang memahami psikologi pemain.

Sama halnya dengan Stardew Valley, game yang dibuat satu orang (ConcernedApe). Ia bukan grafis 3D AAA. Tetapi desain progression, hubungan antar karakter, waktu harian, pertanian, dan eksplorasi membuatnya menjadi game hangat yang dimainkan jutaan orang.

Inilah kekuatan dari desain game.

Memahami Fondasi: Sebelum Membuat Game, Buat Cara Berpikir

Untuk menjadi seorang desainer game dari pemula hingga mahir, kamu tidak bisa langsung lompat membuat game canggih. Kamu harus membangun mindset terlebih dahulu.

Banyak pemula langsung berpikir:
“Aku mau bikin game open world seperti Genshin Impact!”
“Aku mau bikin battle royale seperti PUBG!”
“Aku mau bikin RPG seperti Elder Scrolls!”

Sayangnya…
Itu perjalanan bertahun-tahun, dengan tim ratusan orang.

Pemula harus mulai dari mencoba membuat game yang nyata bisa selesai.

Contoh nyata:
Buat game sederhana seperti:

  • karakter berlari menghindari rintangan
  • game menembak target statis
  • puzzle drag-and-drop
  • game klik cepat

Ini bukan sekadar proyek kecil. Ini adalah cara membangun fondasi:

  • memahami logika game
  • memahami input pemain
  • memahami collision, physics, scoring
  • memahami struktur level
  • memahami reward dan punishment

Pemula yang menyelesaikan 5 game kecil jauh lebih siap menjadi game designer daripada pemula yang bermimpi membuat game besar tapi tidak pernah selesai.

Apakah Belajar Menganalisa Game Benar-benar Membawamu ke Level Mahir?

Salah satu kebiasaan penting seorang game designer adalah melihat game dengan mata kedua—mata seorang kreator.

Ketika kamu bermain Mobile Legends, coba tanyakan:

  • Mengapa waktu pertandingan hanya 10–12 menit?
  • Mengapa semua hero memiliki role?
  • Mengapa cooldown skill berbeda-beda?
  • Mengapa map dibagi menjadi tiga lane?

Semua itu bukan kebetulan.
Itu adalah hasil ratusan jam desain, testing, revisi, balancing.

Ketika kamu bermain Genshin Impact, coba tanyakan:

  • Mengapa karakter butuh artefak dan bukan armor saja?
  • Mengapa resin memiliki batas harian?
  • Mengapa hadiah karakter 5-star begitu langka?

Karena sistem itu menjaga pemain tetap punya tujuan harian.
Itu desain, bukan sekadar fitur.

Atau ketika kamu bermain Free Fire, coba pikirkan:

  • Mengapa recoil senjata berbeda?
  • Mengapa zona mengecil dengan kecepatan tertentu?
  • Mengapa item spawn tidak selalu sama?

Itu semua adalah keputusan desain untuk menciptakan dinamika permainan.

Semakin kamu menganalisa, semakin kamu berpikir seperti game designer sungguhan.

Masuk ke Dunia Mekanik dan Sistem: Jantung dari Perjalanan Menjadi Game Designer

Saat kamu semakin paham cara kerja game, kamu akan masuk ke bagian paling menarik: desain mekanik.

Mekanik adalah aturan permainan.

Contoh mekanik dari berbagai game:

  • Minecraft: crafting + survival + exploration
  • COD/Valorant: aiming + recoil control + tactical movement
  • Clash Royale: kartu + elixir management + real-time strategy
  • Candy Crush: match-three puzzle + power-up + lives

Saat kamu mulai merancang mekanik sendiri, kamu mulai menjadi kreator sejati.

Misalnya kamu membuat game sederhana:

  • karakter melompat menghindari rintangan
  • setiap rintangan dilewati = poin
  • setelah 20 poin, kecepatan naik
  • setelah 50 poin, muncul rintangan baru
  • setelah 100 poin, warna background berubah

Ini terlihat kecil, tetapi di sinilah kamu belajar hal besar seperti:

  • pacing
  • difficulty curve
  • risk-reward
  • feedback pemain
  • flow pengalaman

Desain mekanik adalah jantung game. Grafik hanya kulitnya.

Storytelling: Napas yang Menghidupkan Game

Tidak semua game butuh cerita panjang, tetapi semua game butuh identitas. Storytelling membuat game hidup.

Contoh:

Stardew Valley tidak hanya tentang bercocok tanam.
Ia tentang hubungan sosial, misteri kota kecil, perubahan musim, emosi, dan kehidupan sederhana.

Zelda: Breath of the Wild menggabungkan lore, dunia luas, dan misteri yang membuat pemain terus ingin tahu.

Undertale adalah contoh sempurna bagaimana cerita yang emosional bisa mengalahkan grafik yang sederhana.

Sebagai game designer, kamu akan belajar:

  • membuat karakter yang memorable
  • membuat dunia yang hidup
  • membuat alur progres yang menyentuh
  • membuat alasan kenapa pemain harus peduli

Cerita bukan hanya teks dialog.
Cerita adalah perasaan yang kamu sisipkan ke dalam gameplay.

Level Design: Seni Mengatur Ritme dan Tantangan

Level design bukan hanya mengatur ruang. Ini tentang membuat pengalaman yang:

  • menantang tapi tidak mustahil
  • membuat pemain belajar tanpa tutorial panjang
  • memberikan kejutan
  • memberikan rasa pencapaian

Contoh:

Super Mario Bros (level 1-1) terkenal karena mengajari pemain melompat tanpa text tutorial sama sekali.

Orang baru mulai berjalan ? melihat Goomba ? otomatis mundur ? mencoba melompat ? belajar mekanik.

Itu keajaiban level design.

Dunia Monetisasi: Memahami Ekonomi dan Perilaku Pemain

Ketika kamu semakin mahir, kamu memasuki dunia yang lebih kompleks: ekonomi game.

Game modern hampir selalu memiliki:

  • koin
  • gem
  • item crafting
  • shop
  • drop rate
  • sistem daily reward
  • pengguna freemium vs premium

Contoh paling nyata:
Gacha system di Genshin Impact
Ada matematika, psikologi, dan desain “rarity” yang sangat dalam di baliknya.

Sebagai game designer, kamu akan belajar:

  • kapan pemain diberi reward
  • kapan pemain diberi tantangan
  • kapan progres diperlambat
  • kapan progres dipercepat
  • bagaimana membuat pemain merasa “ingin main lagi besok”

Ini adalah seni yang sangat menarik dan sangat berpengaruh pada keberhasilan game.


? Kesalahan Umum Pemula yang Menghambat Perjalanan Menjadi Game Designer

Banyak pemula mengulang kesalahan ini:

  • mencoba membuat game terlalu besar
  • tidak menyelesaikan game
  • belajar engine terlalu banyak
  • terlalu fokus grafik
  • tidak menganalisa game yang dimainkan
  • malu membuat prototipe “jelek”
  • tidak punya dokumentasi
  • terlalu takut gagal

Padahal yang benar adalah:

Game jelek yang selesai > Game bagus yang tidak pernah dirilis.

Setiap game kecil yang kamu buat adalah investasi pembelajaran menuju level mahir.

Penutup: Semua Orang Bisa Menjadi Game Designer Kalau Mau Konsisten

Perjalanan menjadi seorang desainer game dari pemula hingga mahir tidak ditentukan oleh bakat, tetapi oleh:

  • kebiasaan menganalisa
  • keberanian mencoba
  • kemampuan menyelesaikan proyek kecil
  • keinginan belajar dari game lain
  • memahami pemain sebagai manusia, bukan data
  • mencintai proses kreativitas

Semua game besar yang kamu lihat hari ini dimulai dari ide kecil yang digarap dengan konsisten.

Bahkan game yang dibuat satu orang seperti Undertale atau Stardew Valley adalah bukti bahwa kreativitas lebih penting daripada resource besar.

Jika kamu merasa tertarik, itu sudah pertanda baik.

Gravatar Image
Panggil saya Jaka, saya suka desain. Saya orang yang mudah untuk diajak berinteraksi, temukan juga saya diwebsite pribadi Jakazulham.